MWCNU CANDI
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
APA BUKTI CINTA KITA KEPADA ALLAH SWT

APA BUKTI CINTA KITA KEPADA ALLAH SWT
Oleh: Dr. H. AW Evendi Anwar, M.Ag
KHUTBAH PERTAMA
لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. اللهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه كلهم, صلاة وسلاما دائمين متلازمين الى يوم القيامة.اما بعد: يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. فقال الله تعالى فى كتابه الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
معاشر المسلمين رحمكم الله
Marilah pada kesempatan ini kita senantiasa berusaha mewasiyatkan diri kita masing-masing untuk berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dalam artian senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya apa pun bentuknya dan di mana pun kita berada, semoga dengan keimanan dan ketaqwaan itu Allah SWT senantiasa berkenan membentangkan jaminan keselamatan kepada kita semua, orang tua kita dan keluarga kita untuk selamat dan diselamatkan Allah baik lahir maupun batin, baik di dunia maupun di akhirat.
Marilah pada kesempatan ini kita senantiasa berusaha mewasiyatkan diri kita masing-masing untuk berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dalam artian senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya apa pun bentuknya dan di mana pun kita berada, semoga dengan keimanan dan ketaqwaan itu Allah SWT senantiasa berkenan membentangkan jaminan keselamatan kepada kita semua, orang tua kita dan keluarga kita untuk selamat dan diselamatkan Allah baik lahir maupun batin, baik di dunia maupun di akhirat.
Ma’asyiral Muslimin wal mu’minin rahimakumullah
Berbicara tentang cinta, Semua orang mengaku punya rasa cinta. Anak cinta orang tua. Orang tua cinta anak. Murid cinta guru. Umat cinta Nabi. Tapi ertanyaannya: Bukti cintanya mana? Berkaitan dengan cinta itu, topik khutbah jumat pada hari ini adalah “Apa bukti cinta kita kepada Allah SWT?”
Dalam QS. Ali Imran ayat 31 Allah ajarkan kita standar cinta yang benar
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
Artinya: "Katakanlah Muhammad: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu."
Hadirin yang dirahmati Allah
Dalam kitab Asbabun Nuzul Lil Wahidy, tentang sebab-sebab turunnya ayat tersebut adalah karena banyak yang ngaku cinta Allah. Namun yang disembah bukanlah Allah.
Orang Quraisy yang menyembah berhala, berkata: "Kami menyembah berhala, karena cinta Allah, untuk mendekatkan Allah sedekat-dekatnya" Orang Yahudi berkata: "Kami anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Orang Nasrani berkata: "kami agungkan dan sembah Al-Masih karena cinta kepada Allah"
Lalu Allah jawab dengan 1 kalimat: "Kalau cinta Allah, buktikan dengan mengikuti Muhammad ﷺ"
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: Al Qur’an surah Ali Imran ayat 31 tersebut adalah pemutus bagi siapa pun yang mengaku cinta Allah tapi jalannya tidak sesuai syariat baginda nabi Muhammad ﷺ. Maka dia pendusta sampai dia mengikuti syariat itu.
Hadirin jamaah Jum'at rahimakumullah
Berarti cinta itu bukan sekedar di lisan. Bukan pula di status. Dan bukan di slogan. Tapi cinta itu dibuktikan dalam prilaku ketaatan kepada Allah dan Rsul-Nya. Cinta itu di 3 hal:
Pertama: Ittiba' dalam Ibadah
Allah suruh shalat 5 waktu, kita shalat. Allah haramkan riba, kita tinggalkan. Allah perintahkan menutup aurat, kita taat. Jangan bikin ibadah baru dengan alasan "kan baik". Karean Agama yang diajarkan Rasullah SAW dan diamalkan shabat dan pengikutnya sudah sempurna.
Kedua: Ittiba' dalam Akhlak
Nabi ﷺ jujur, kita jujur. Nabi ﷺ pemaaf, kita belajar memaafkan. Nabi ﷺ amanah, kita jaga amanah kerja.
Kalau cinta, pasti meniru.
Ketiga: Ittiba' saat Susah dan Senang
Gampang taat saat rezeki lancar. Hebatnya taat saat diuji. Seperti para sahabat. Mereka tidak bilang "kami cinta Nabi", tapi mereka korbankan harta, tenaga, bahkan nyawa.
Imam Al-Qurtubi berkata: "Tanda cinta kepada Allah ada 3: Rindu bertemu Allah, Ridha dengan takdir Allah, dan Membenci maksiat karena Allah."
Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah
Apa keuntungan jika benar-benar taat kepada Allah SWT. Dalam QS. Ali Imran ayat 31 tersebut. Allah SWT memberikan dua (2) hadiah besar di akhir ayat.
- يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ → Allah akan mencintai kita semua. Bayangkan. Raja semesta cinta kita. Cukup tidak hidup ini jika Allah SWT benar mencintai kita?
- وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ → Allah ampuni dosa-dosa kita semua
Hasan Al-Bashri berkata: "Tidak ada satu kaum pun yang mengaku cinta Allah kecuali Allah uji mereka dengan ayat ini."
Hadirin jamaah jum’at rahimakumullah
Dari uraian tersebut, Wasiat untuk kita semua, adalah:
- Buat Para orang tua: Ajarkan anak bukan hanya "cinta Nabi", tapi ajarkan sunnah Nabi. Dari bangun tidur sampai tidur lagi.
- Buat para pemuda: Zaman sekarang banyak "cinta" yang menyesatkan. Cinta tren, cinta hawa nafsu. Kembalikan standar cinta kepada ayat ini.
- buat kita semua: Jangan sampai kita termasuk yang Allah sebut di ayat 59 Surat Yunus: أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ - Berdusta atas nama Allah dengan membuat hukum sendiri.
Akhirnya, marilah kita berdo’a kepada Allah SWT dengan do’a: “Ya Allah, indahkan lah hidup kami dengan kesehatan dan keselamatan, nyatakan lah kami dengan taqwa dan istiqomah, lindungi lah kami dari hal-hal yang memaksa kami menyesal, serta tolong lah, bimbing lah kami untuk dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, sedang engkau meridloi kami”
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الْشَيْطَانِ الرَّجِيْمْ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أََيْنَمَا ثُقِفُوْا اِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللهِ وَ حَبْلٍ منَ النَّاسِ. بَارَكَ اللهُ لِى وَ لَكُمْ فَى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِياَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الايَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ الّسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَ قُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. أَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا واسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


