MWCNU CANDI
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
Musyker PRNU Durungbedug Masa Khidmat 2026 - 2031, Perkuat Khidmah Jam'iyah dan Kemandirian Organisasi
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Durungbedug, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menggelar Musyawarah Kerja (Musyker) Masa Khidmat 2026–2031 pada Sabtu–Ahad, 24–25 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Villa Cahaya Bulan, Jalan Jolotundo Nomor 68, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja jam'iyah selama lima tahun mendatang.
Musyker tersebut membahas sejumlah program strategis melalui empat komisi, yakni Komisi Bidang Dakwah dan Kemasjidan, Komisi Bidang Pendidikan dan Organisasi, Komisi Bidang Ekonomi dan Sosial, serta Komisi Bidang Kesehatan. Pembahasan masing-masing komisi diarahkan untuk memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat, meningkatkan tata kelola organisasi, serta mendorong kemandirian jam'iyah di tingkat ranting.
Komisi Bidang Dakwah dan Kemasjidan memfokuskan pembahasan pada penguatan syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di tengah masyarakat. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain penguatan kegiatan Lailatul Ijtima', pendampingan pengurusan Nomor Identitas Nasional Masjid dan Musala di seluruh Desa Durungbedug melalui sistem informasi kemasjidan Kementerian Agama, serta penguatan pengajian rutin setiap Selasa malam Rabu.
Program-program tersebut diharapkan dapat mempererat ukhuwah nahdliyah, melestarikan amaliah keagamaan warga NU, sekaligus mengoptimalkan fungsi masjid dan musala sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Sementara itu, Komisi Bidang Pendidikan dan Organisasi menitikberatkan pembahasan pada penguatan dan pengembangan lembaga pendidikan di lingkungan NU Durungbedug. Saat ini, NU Durungbedug memiliki sejumlah satuan pendidikan, yakni TK Darul Ulum, MI NU Durungbedug, MTs NU Durungbedug, dan TPQ Darul Ulum. Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, serta berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Dalam forum tersebut juga dibahas harapan pengembangan pendidikan NU Durungbedug hingga jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Gagasan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan masyarakat Durungbedug.
Selain bidang pendidikan, komisi ini membahas inventarisasi, penataan administrasi, dan pengelolaan aset jam'iyah Nahdlatul Ulama agar memiliki kepastian administrasi, terpelihara dengan baik, serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan organisasi dan kemaslahatan umat.
Penguatan tata kelola organisasi juga menjadi perhatian melalui rencana konsolidasi secara berkala setiap tiga bulan sekali antara Pengurus Ranting NU, perangkat lembaga, dan badan otonom (Banom) NU di Durungbedug. Forum konsolidasi tersebut sekaligus menjadi sarana koordinasi, penguatan sinergi, serta monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja.
Adapun Komisi Bidang Ekonomi dan Sosial membahas langkah-langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi jam'iyah. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) sebagai sarana penguatan ekonomi organisasi melalui kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Komisi ini juga menekankan pentingnya optimalisasi peran Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dalam penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah. Penguatan LAZISNU diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial warga nahdliyin sekaligus memperluas manfaat program pemberdayaan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Komisi Bidang Kesehatan membahas penguatan peran NU dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program kesehatan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Melalui koordinasi dan sinergi dengan pemerintah serta instansi terkait, PRNU Durungbedug diharapkan dapat berperan aktif dalam sosialisasi, pendampingan, dan optimalisasi program kesehatan masyarakat.
Ketua Tanfidziyah PRNU Durungbedug, H. Abdul Rofiq, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyker merupakan ikhtiar bersama untuk membawa jam'iyah Nahdlatul Ulama di Durungbedug menjadi organisasi yang semakin maju, solid, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Musyawarah ini adalah untuk kemajuan Nahdlatul Ulama di Durungbedug ke depannya. Mudah-mudahan seluruh program yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan dengan baik. Kami juga berharap ada evaluasi setiap tiga bulan sekali, bersamaan dengan konsolidasi bersama lembaga dan badan otonom NU yang ada di Durungbedug,” ujar H. Abdul Rofiq.
Menurutnya, keberhasilan program kerja tidak hanya ditentukan oleh hasil musyawarah, tetapi juga oleh komitmen seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Karena itu, sinergi antara pengurus ranting, lembaga, dan badan otonom menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program dapat terlaksana secara terarah dan berkesinambungan.
Melalui Musyker Masa Khidmat 2026–2031 ini, PRNU Durungbedug berkomitmen memperkuat tiga pilar utama gerakan Nahdlatul Ulama, yakni penguatan jam'iyah sebagai organisasi, pelestarian amaliah diniyah warga nahdliyin, serta peningkatan khidmah ijtima'iyah atau pelayanan sosial kemasyarakatan.
Dengan semangat khidmah dan kebersamaan, hasil Musyker diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen program kerja, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, NU Durungbedug semakin mampu menghadirkan kemaslahatan bagi umat sekaligus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di tengah masyarakat.


