MWC NU CANDI
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
MWCNU Candi Tetapkan Arah Strategis Lima Tahun, Fokus Perkuat Sinergi dan Kemandirian Organisasi
Mojokerto – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musyker) Masa Khidmat 2026–2031 di Newstart Hotel Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 25–26 Juli 2026 atau bertepatan dengan 9–10 Safar 1448 Hijriah. Forum tersebut menjadi momentum penyusunan arah kebijakan dan program strategis organisasi untuk lima tahun mendatang dengan mengusung tema "Menggerakkan Potensi, Meneguhkan Komitmen Khidmat."
Musyawarah Kerja diikuti jajaran Pengurus Harian MWCNU Candi, ketua dan sekretaris seluruh lembaga di lingkungan MWCNU, serta Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Candi. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, yakni Wakil Katib PCNU Sidoarjo Drs. KH. Khoirus Sholeh dan Wakil Ketua PCNU Sidoarjo KH. Zainal Hayat.
Pembukaan Musyker diawali dengan iftitah yang disampaikan Rais Syuriyah MWCNU Candi, Drs. KH. Imam Sulthoni. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa kepengurusan di lingkungan Nahdlatul Ulama merupakan amanah yang harus dijalankan dengan keikhlasan, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Ketua MWCNU Candi, Dr. H. Moh. Arwani Muslih, M.Ag., M.H.I., mengatakan tema Musyker dipilih sebagai refleksi atas kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan yang semakin dinamis. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki warga Nahdlatul Ulama perlu dipetakan, dikembangkan, dan disinergikan agar mampu melahirkan program yang aplikatif, berkelanjutan, serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sidoarjo KH. Zainal Hayat mengapresiasi penyelenggaraan Musyawarah Kerja tersebut. Ia berharap forum tidak hanya menghasilkan dokumen program kerja, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam mengimplementasikan setiap keputusan secara konsisten sehingga MWCNU Candi mampu berkembang menjadi organisasi yang profesional, mandiri, dan semakin optimal dalam melayani warga Nahdliyin.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta Musyker merumuskan sejumlah program prioritas yang akan menjadi pedoman kepengurusan MWCNU Candi Masa Khidmat 2026–2031. Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan adalah pembentukan Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) MWCNU Candi sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin.
Di sektor pendidikan, LP Ma'arif MWCNU Candi berkomitmen memperluas pembinaan terhadap seluruh lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama, mulai dari jenjang dasar hingga menengah, baik sekolah maupun madrasah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan NU di Kecamatan Candi.
Forum juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga sebagai fondasi keberhasilan program organisasi. Seluruh lembaga di bawah naungan MWCNU Candi didorong memperkuat koordinasi sesuai bidang masing-masing agar pelayanan kepada jam'iyyah dan jamaah berlangsung lebih efektif, terpadu, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam rangka memperkuat tata kelola organisasi, Musyawarah Kerja menyepakati pembentukan lima koordinator bidang yang berada di bawah koordinasi langsung Pengurus Harian MWCNU Candi. Struktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi, mempercepat pelaksanaan program, serta memperkuat sinergi dengan seluruh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama di Kecamatan Candi.
Pada bidang sosial dan keagamaan, peserta Musyker menetapkan penyusunan dan penerbitan berbagai buku keagamaan sebagai salah satu program prioritas. Publikasi tersebut meliputi materi khutbah, panduan amaliah Nahdliyah, serta referensi keislaman yang dapat dimanfaatkan oleh khatib, imam, pengurus, dan masyarakat luas.
Selain itu, forum juga menyepakati pendataan potensi sumber daya manusia (SDM) Nahdlatul Ulama di seluruh wilayah Kecamatan Candi. Pendataan tersebut mencakup berbagai profesi dan kompetensi warga Nahdliyin sebagai dasar penyusunan kebijakan organisasi, termasuk pengembangan layanan kesehatan berbasis Nahdlatul Ulama.
Melalui berbagai keputusan tersebut, MWCNU Candi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian organisasi melalui penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kelembagaan, serta optimalisasi pelayanan di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan kesehatan.
Berakhirnya Musyawarah Kerja Masa Khidmat 2026–2031 menjadi titik awal pelaksanaan agenda strategis organisasi selama lima tahun ke depan. Dengan semangat "Menggerakkan Potensi, Meneguhkan Komitmen Khidmat," MWCNU Candi bertekad membangun organisasi yang semakin profesional, kolaboratif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi jam'iyyah, jamaah, dan masyarakat luas.


